Full Width CSS

Salah Pilih Lawan Katana pun Jadi Taruhan

Tak bisa dipungkiri di era milenial saat ini internet telah menjadi sarana yang membangun dunia dan peradaban baru yang berkembang dengan pesat dan bagaikan tanpa batas. Dalam sekejap kita bisa mengetahui kejadian dibelahan dunia lain yang jaraknya ratusan atau bahkan ribuan kilometer dari tempat domisili kita. Dalam hitungan detik kita melihat bagaimana Barcelona dipermak oleh Bayern Munchen dengan skor yang sangat mencolok (Mohon maaf untuk para pendukung Barca ya, hehe). Dengan internet, kita bisa mempelajari berbagai hal, berbagai tema dan ilmu pengetahuan yang kita inginkan tanpa hambatan dan batasan. Internet telah menjelma menjadi perpustakaan paling luas sebagai tempat memajang “buku-buku” yang tak dapat dihitung jumlahnya.

Salah satu bagian dari internet yang sangat booming dimasa sekarang adalah web atau situs yang berfungsi sebagai penyaji video dari pengguna yang mendaftar (sign up) dan kemudian mengunggah (upload) video pada ruang yang mereka berikan. Ada beberapa web yang memberikan layanan penyediaan ruang pengunggahan video bagi penggunanya seperti vimeo, metacafe, dailymotion dan tentu saja yang paling terkenal adalah YouTube.

Youtube dibuat tahun 2005 oleh tiga mantan karyawan Paypal yaitu Steve Chen, Chad Hurley dan Jawed Karim. Keberadaan YouTube dimasa kini tidak hanya sekedar menjadi sarana untuk mengupload video bagi penggunanya tetapi juga memberikan kemudahan bagi para pemirsa/penontonnya untuk memilih sendiri tayangan berita, olahraga, analisa ekonomi, politik bahkan film box office. Keberadaan YouTube secara perlahan tapi pasti telah “menggeser” dominasi dunia pertelevisian yang tayangannya bersifat “given” sesuai dengan visi dan misi manajemen perusahaannya. Dimasa kini YouTube juga menjadi ladang untuk mengumpulkan pundi-pundi uang, karena YouTube telah terbukti mampu “menggaji”para penggunanya yang sukses membuat video-video dengan tema tertentu sehingga mengundang banyak pemirsa untuk menonton dan berlangganan (subscribe) pada channel YouTube mereka.

Tidak terlalu panjang mengupas YouTube, disini penulis ingin memberikan penilaian pribadi tentang beberapa video YouTube yang baru-baru ini penulis tonton di channel YouTube mantan pebasket nasional, Denny Sumargo. Denny Sumargo membuat “brand” bagi dirinya sendiri dengan julukan Pebasket Sombong. Pada Channel YouTubenya Denny Sumargo kebanyakan kontennya adalah pertandingan basket antara Denny dengan para penantangnya dan kemudian wawancara antara Denny dengan sang penantang selepas pertandingan. Sang penantang pun berasal dari berbagai macam kalangan, mulai dari para penggemar (subscribers), artis yang hobi basket hingga para selebriti terutama komedian. Channel YouTube Denny Sumargo dikelola secara serius, melibatkan sejumlah kru dan tim kreatif. Hal ini nampak dari scene pembuka yang menarik dengan efek bagaikan pada film-film layar lebar.

Nah salah satu episode yang paling menarik menurut saya (beserta sekuelnya) adalah ketika sang pebasket sombong disambangi oleh dua orang penantang yang datang “dari langit”. Babe Cabita adalah pemenang stand up comedy Kompas TV Tahun 2013 hadir didampingi oleh rekannya yang bernama Bonjeng. Dengan kocaknya Babe Cabita memplesetkan panggilan Denny Sumargo alias Densu menjadi Denny Sumarekon. Babe dan Bonjeng kemudian menantang Denny untuk bertanding basket 1 lawan 2. Mereka cukup percaya diri akan mampu mengimbangi kemampuan sang pebasket sombong. Singkat cerita pertarungan tidak seimbang pun terjadi dan kedua penantang tersebut dengan mudah dikalahkan. Merasa belum puas dan tidak terima, mereka mencoba mencari “pembenaran” dengan beralasan bahwa pertandingan tidak seimbang karena lawan yang dihadapi adalah pebasket profesional. Babe dan Bonjeng kemudian menantang Densu untuk rematch. Bak gayung bersambut Densu langsung mengiyakan ajakan tersebut tetapi dengan syarat adanya sesuatu yang dipertaruhkan. Densu kemudian menawarkan Mobil Pajeronya sebagai taruhan apabila dia kalah dalam pertandingan ulang dan meminta Babe untuk mempertaruhkan Mobil Katananya. Kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk tanding ulang dengan taruhan mobil masing-masing.

Pada pertandingan selanjutnya, Bonjeng dengan percaya diri mengajak Babe untuk menantang Densu bermain Trickshot. Bonjeng dan Babe bergantian memberikan contoh berbagai macam gerakan dan “skill” sebelum melakukan tembakan ke arah ring basket. Tapi emang dasar darah basket telah mengalir deras pada aliran tubuh Densu, semua tantangan berhasil ditaklukkan dengan mudah. Hal ini membuat Babe frustasi dan mulai menyalahkan Bonjeng. Densu pun menagih janji Babe untuk menyerahkan Katananya. Babe mencoba mengulur waktu dan mengelak dengan memberi satu tantangan kepada Densu. Densu diminta melepaskan shooting dari setengah lapangan. Ketika Densu telah mengambil ancang-ancang, Babe dan Bonjeng kembali “memecah” konsentrasi Densu dengan meminta Densu untuk melakukan shooting membelakangi ring basket dari setengah lapangan. Dan keajaiban pun terjadi, no look shot ala Densu melesat dengan sempurna memasuki ring basket. Densu bersorak, sementara Babe dan Bonjeng tergeletak lemas tak percaya diatas lapangan. Tanpa pikir panjang Densu berlari menuju Babe dan mengambil kunci Katana dari saku Babe. Densu kemudian berlari kencang menuju Katana diiringi oleh Babe dan Bonjeng yang separuh nafas berputus asa mengejarnya. Densu tetap nekad membawa pergi Katana ditengah rintihan dan wajah memelas Babe dan Bonjeng. Dengan ‘dingin” bahkan Densu menyuruh Babe dan Bonjeng untuk pulang naik ojek.

Pada episode selanjutnya, Babe dan Bonjeng kembali mendatangi Densu dilapangan basket. Mereka sangat terkejut ketika mendapati Katana tercinta dijadikan tempat menjemur kasur dan baju oleh Densu. Mereka pun kembali merengek dan membujuk Densu untuk mengembalikan Katana. Densu pun tidak bergeming dan tetap bersikukuh bahwa dia telah mendapatkan Katana dengan cara yang fair. Kelucuan terus berlanjut ketika tim kreatif Densu mengusulkan agar Babe melakukan gerakan ala ramalan bintang yang biasa ditayangkan di channel YouTubenya. Tidak hanya sampai disitu, Densu kemudian meminta Babe dan Bonjeng untuk berjalan ke pinggir jalan raya dengan hanya mengenakan singlet dan celana pendek sambal berteriak menyerukan kehebatan Denny Sumargo sang pebasket sombong. Pada akhir cerita Densu akhirnya menyetujui pertandingan ulang trickshot melawan duo tersebut dengan Densu bertindak sebagai pemberi contoh.

Pertandingan Trickshot jilid 2 berlangsung sangat tidak seimbang karena contoh yang diberikan oleh Densu sangat sulit untuk ditiru oleh Babe dan Bonjeng. Setelah kalah, lagi-lagi Babe dan Bonjeng meminta “kesempatan kedua” kepada Densu. Densu pun deal dengan mereka berdua, dan meminta mereka masing-masing minimal mampu memasukkan bola satu kali melalui trickshot membelakangi ring basket dari separuh lapangan. Setelah Bonjeng berhasil memasukkan bola, tibalah kesempatan terakhir bagi Babe. Dibaluti ketegangan Babe melangkah menuju kebagian tengah lapangan dengan penuh kecemasan. Dan akhirnya tembakan Babe pun gagal menemui sasaran dan Katana tetap berada ditangan Densu. Dan seperti biasa Babe dan Bonjeng kembali merengek meminta kesempatan berikutnya, kali ini mereka meminta Densu memberi kesempatan untuk mencari lawan tanding yang sepadan karena mereka merasa pertandingan selama ini tidak seimbang. Densu pun mempersilahkan mereka untuk mencari atlit basket yang akan membantu mereka merebut kembali Katana.

Tanpa sepengetahuan Babe, ternyata Densu telah mempromosikan Katana untuk dilelang secara terbuka di media sosial. Kesepakatan pun akhirnya tercapai dengan Gilang Dirga, seorang artis multi talenta yang merupakan salah satu host di Liga Dangdut Indosiar (LIDA) dengan keahlian menirukan suara vokal artis-artis penyanyi baik lokal maupun mancanegara. Dalam lelang terbuka di instagram tersebut, penawaran dibuka oleh Denny Sumargo senilai tiga puluh lima juta rupiah dan Gilang berhasil menjadi penawar tertinggi dengan nilai lima puluh juta rupiah.

Hari pertandingan terakhir pun tiba, Babe dan Bonjeng telah berhasil menemukan “jagoan”yang akan membantu mereka membawa pulang kembali Katana. Sang jagoan bernama Abraham Wenas, seorang atlit basket muda profesional yang bermain di Liga Basket Indonesia pada klub Amartha Hangtuah. Abraham bukanlah sembarang orang dan bisa dibilang sebagai “pendekar pilih tanding” di kancah basket nasional. Hal ini terbukti dengan keberhasilannya meraih gelar individu bergengsi sebagai Rookie of The Year Tahun 2018 di Indonesian Basketball League (IBL). Gilang Dirga pun hadir menyaksikan pertandingan, karena mendapat kabar adanya pertandingan memperebutkan Katana antara Densu vs Abraham Wenas yang mewakili Babe Cabita. Singkat cerita pertandingan berlangsung seru dan keberuntungan kembali berpihak kepada Densu. Pertandingan pun dibumbui dengan beberapa adegan lucu seperti ketika Babe dan Bonjeng mengeroyok Gilang yang bersorak heboh memprotes dipinggir lapangan. Walaupun bertanding dengan pemain profesional yang berusia jauh lebih muda dan sempat ngos-ngosan, Densu akhirnya mampu menutup pertandingan dengan kemenangan. Densu kemudian berbincang dan berbagi pengalaman dengan “juniornya”Abraham Wenas. Di akhir cerita ketika Densu akan beranjak pulang, lagi-lagi Babe dan Bonjeng datang merengek, menghiba agar Densu bersedia mengembalikan Katana. Densu kemudian memanggil Gilang yang sebelumnya sudah dijanjikan akan membeli Katana dari Densu apabila Densu mampu mengalahkan Abraham Wenas. Dengan memelas, Babe mengatakan bahwa anaknya sedang demam dan menurut dokter hal ini disebabkan karena memikirkan Katana. Hati Gilang pun terketuk dan “merelakan” Katana yang sudah ada didepan mata. Dengan persetujuan Gilang, Densu mengembalikan Katana kepada Babe dengan syarat bahwa Babe akan mentransfer uang sejumlah tiga puluh lima juta rupiah ke rekening Densu. Mereka pun sepakat dan cerita pun berakhir happy ending. Terlepas dari settingan atau tidaknya alur cerita Katana tersebut, apresiasi mengalir dari banyak pengunjung channel YouTube mereka. Alur cerita Katana dirasa sangat  menghibur dan dianggap merupakan cerminan dari kreatifitas serta kesungguhan dalam mengelola Channel YouTube. Seluruh episode perebutan Katana ini telah ditonton berjuta-juta kali oleh para pemirsa YouTube. Terima kasih dan sukses terus buat Densu dan Babe. Selesai. 


 

Posting Komentar

0 Komentar